Dengan Ridha Allah

Sabtu, 14 Mei 2016

Tentangmu Tentangku Tentang Kita


TENTANGKU, TENTANGMU TENTANG KITA
            Hidup adalah rangkaian proses belajar, belajar syukur meski tak cukup, belajar ikhlas meski tak rela, belajar taat meski berat, belajar memahami meski tak sehati, belajar setia meski tergoda, belajar dan terus belajar dengan keyakinan setegar karang. Tapii….., sudah kodrat hati seperti air laut bergelombang pasang surut dan terbawa arus. Maka tetaplah belajar untuk tetap berada di jalan yang benar dan istiqomah.
            Terlihat sesosok wanita muda yang masih berstatus sebagai mahasiswi yang sedang duduk di bangku taman kampusnya dengan memakai baju seragam berwarna hijau,bersepatu warna hijau, dengan tas warna hijau ditumpangi handphone diatasnya dengan silicon berwarna hijau sambil menulis dalam sebuah diary yang bersampul hijau dan menulis dengan bollpoint berwarna hijau pula. Dia bernama Halwa Syauqina yang sudah terkenal dengan sapaan Halwa si Ulat Hijau, karena dia menyukai warna hijau dan selalu memakai dan membawa benda dengan warna Hijau dan jarang terlihat memakai atau membawa sesuatu tanpa warna hijau.
            “Assalamu’alaikum Halwa si Ulat Hijau..???” sapaan salam godaan Sutan sang sahabat kepadanya.
            “Wa’alaikusallam frustasi jombloooo…” jawabnya sambil kembali melempar ledekan kecil.
            “Sedang apa wahai putri ulat hijau..?” puja seorang sahabat sambil sedikit menghiburnya lewat canda, karna dia melihat ada yang berbeda dengan si hijau sahabatnya itu.
            “Hmmm…,” hembusan nafas halwa sambil sedikit menunduk.
            “Ada apa gerangan wahai putri ulat hijau, apakah engkau baik-baik saja??” Tanya Sutan sambil mendekatinya.
            “Aku tidak apa-apa Tan, hanya saja hatiku sedang terganggu dan sedikit kurang baik” sambil menutup buku dan menatap ke arah depan.
            “Apa ada yang telah membuatmu sakit hati dan Bersedih???” Tanya Sutan sambil lebih mendekatinya.
            “Mungkin begitu Tan…” jawab Halwa singkat.
            “Jangan bilang sekarang kamu bersedih karena mengingat laki-laki berengsek yang sudah mengkhianati dan bikin kamu hancur!!!” ucap Sutan dengan nada sedikit seperti orang marah sambil menatap ke depan dan sedikit menjauhinya.
            “Mungkin seperti itu Tan, melupakan tak semudah membalikan telapak tangan Tan, aku menyayanginya, aku tak peduli berapa banyak dan berapa besar dia telah menyakitiku. Aku sangat mencintainya Tan, tolong bantu akuuu…!!” Halwa sedikit meneteskan air mata sambil menundukkan kepalanya karena tidak mau Sutan melihatnya.
            Satu jam mereka berada di kursi taman dengan posisi saling membelakangi layaknya sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Sutan sang sahabat sangat begitu peduli terhadap Halwa, dia tidak mau ada yang mengganggu kebahagiaannya dan Sutan paling tidak suka saat melihat dia bersedih dikarenakan lelaki yang telah mengkhianati cintanya. Sutan sangat benci kepada lelaki yang sekarang telah membuat Halwa sahabatnya sering menangis, bersedih dan menyendiri. Dia selalu mencoba berbagai cara agar dia kembali kesemula, dia selalu berusaha menghibur dan membuat dia tersenyum sehingga lupa akan lelaki berengsek itu. Dia lebih menginginkan Halwa untuk secepatnya melupakan lelaki itu dan kembali memulai hari-hari barunya dengan yang lain, karena saking sayangnya Sutan kepadanya sebagai sahabat. Sutan tak sedikitpun memiliki rasa lebih kepadanya, dia juga mempunyai kekasih tapi dia sering mementingkan Halwa dibandingkan kekasihnya.
            Keesokan harinya, “Halwa…!!!” teriak Sutan memanggil halwa dengan suara kencang karena dia sedang berada disebrang jalan rumahnya halwa, dan dia sengaja memanggilnya karena kebetulan melihat Halwa yang sedang duduk sendiri di kursi santai depan rumahnya. “heiii.. Halwaaaa ulat hijau??” kembali berteriak sambil melambaikan tangan.
            “siapa yang memanggilku..?” Tanyanya heran dalam hati karena tidak melihat siapa-siapa. Kemudian, “ehhhh kamu FruJo…, sini !!! ngapain teriak-teriak” teriak Halwa sambil bangun dari duduknya kemudian mendekat ke pintu gerbang rumahnya sambil melambai-lambaikan tangannya mengajak Sutan untuk menghampirinya.
            “huuuhh.. dasar budek kamu.., aku panggil-panggil kamu dari tadi tapi kamu gak nyaut-nyaut” Sutan mendekat sambil mencoba membuka kunci gerbang rumah Halwa yang masih terkunci. “ada acara gak hari ini..?? kita maen yuk…!!!” ajak Sutan dengan rencana supaya Halwa lupa akan lelaki itu dan tidak bersedih menyendiri seperti hari-hari kemarin semenjak dia tahu kekasihnya mengkhianati cintanya dengan berselingkuh bersama wanita lain.
            “A….akuuuu…., aku malas Tan ah…” jawabnya sambil kembali duduk dan menunduk di teras.
            “kenapa..?? tumben kamu nolak, biasanya kamu paling giat kalo diajak jalan. Udahlah lupain aja lelaki berengsek itu, mungkin Allah sengaja membuat kamu terpisah dengan dia karena Allah udah menyiapkan yang lebih segalanya dari dia walau dengan cara yang memang menyakitkan. Kamu move on dooonnnggg..!!! ngapain harus bersedih buat dia, toh dia aja gak sedih saat melihat kamu seperti ini” ucap lebar Sutan padanya dengan nada sedikit membentak karena terbawa emosi.
            “kamu gak ngerti dan gak ngerasain Tan apa yang aku rasain sebenarnya saat ini, dia memang menyakitiku tapi aku tak peduli karena cintaku sudah terlanjur besar padanya. Kamu bisa saja berbicara sesuka kamu dan ungkapin apa yang ada dihati kamu karena kamu hanya sekedar tahu tanpa merasakan yang sebenarnya apa yang aku rasakan sekarang Tan, sudahlah mending kamu pulang saja . aku lagi gak pengen apa-apa selain bertemu dengan dia hidup dengan dia dan bahagia dengan dia. Paham Sutan sang FruJo..???” ungkapan tegas dari halwa sambil menatap dan memegang pundak Sutan yang sedang duduk dipinggirnya.
            Sutan tak bisa berbicara apa-apa lagi tatkala dia sudah mendengar ungkapan-ungkapan isi hati Halwa. Dia mencoba mengalah dan menahan emosinya terhadap lelaki itu didepan Halwa karena sudah sering dia menjelek-jelekan lelaki yang mengkhianati sahabatnya didepan Halwa sampai-sampai Halwa menangis, dia lebih memilih diam dan pergi saat sudah mendengar ungkapan Halwa seperti itu daripada membuat Halwa kembali menangis dan lebih bersedih. Karena dia sadar memang benar dia tidak merasakan apa yang sedang sahabatnya rasakan, tapi dia tak henti-hentinya mencari cara agar sahabatnya dapat melupakan kekasihnya yang telah mengkhianatinya.
            2 minggu telah berlalu dan Sutan merasa bahagia karena sekarang sahabatnya jarang terlihat menyendiri bersedih dan menangis memikirkan lelaki yang telah mengkhianatinya lagi, sekarang dia sudah mulai tersenyum tertawa meski terkadang suka melamun. Tapi, walau begitu Sutan tak henti-hentinya mencari cara agar sahabatnya dapat melupakan lelaki itu dan agar dia tersenyum seperti semula. “heiii spagaw..!!! spagaww…!!!” teriak Sutan memanggil Spagaw teman di kampusnya.
            “heiii Tan, iya ada apa manggil-manggil gue..??” jawab spagaw sambil mendekati Sutan, spagaw adalah teman dekat Sutan dan juga Halwa. Spagaw adalah cewe tomboy yang hobinya olahraga dan pantang untuk menangis kecuali kalau udah denger lagunya Melly yang berjudul Bunda, dia bisa kalah dan menangis saat dia mendengar lagu itu karena mungkin dia teringat kepada ibunya yang sudah tiada sejak dia masih duduk di kelas 4 SD. Dia adalah sosok wanita yang tegar, baik, gak sombong, gak gengsian, pemberani, gampang akrab sama siapapun dan dia gak pelit kepada siapapun terutama kepada teman.
            “gue mau minta bantuan loe, bisa gak??” sambung Sutan kepadanya.
            “bantuin apaan..???”jawab spagaw sambil memasang wajah heran .
            loe tau kan Halwa sahabat gue..???, dia sekarang sedang bersedih gara-gara dikhianatin sama cowonya yang berengsek dan gak tau diuntung, jarang-jarang ada cewe kaya dia yang berani ngorbanin apa-apa demi kekasihnya, ehhh dia malah nyakitin dia abis-abisan, dia malah selingkuh sama cewe lain yang belum tentu cewe itu bisa seperti Halwa yang super zuper kuat dan tegar menghadapi hubungan bersama dia selama 3 tahun. Sekarang aja gue liat-liat di kronologi Facebook si cewe selingkuhannya yang juga gak tau diri itu  udah banyak ngeluh inilah itulah gara-gara mungkin di gak dipentingin sama si berengsek itu. Cuma Halwa yang menurut gue kuat menjalani hubungan dengan status sebagai selingkuhan selama 3 tahun. Gue salut sama dia karena 3 tahun dia sembunyiin hubungannya dari kita semua demi cowo berengsek itu, sakit yang dia rasain selalu dia pendam sendiri. Gue dari dulu juga udah curiga sama dia kalau dia memang punya kedekatan lebih dari cowo berengsek buaya darat itu.” Ucap Sutan panjang lebar kepada Spagaw.
            waaaaawwwww…..!!!! amazing !!!! yang bener Tan..??? emang dia jadi selingkuhannya siapa..??? sialan banget tuh cewe dan cowo, berani-beraninya dia sakitin temen gue. Awas aja kalo gue ketemu udah gue abisin tuh orang, gue kagak ikhlas kalau temen gue harus digituin.” Sontak spagaw menjawab penjelasan Sutan dengan emosi sambil mengepakan tangannya.
            eiitttsss.., gue gak minta bantuan loe buat nyakitin mereka berdua. Karena kalau misalkan Halwa tau kekasihnya kita sakitin dia bakal marah abis sama kita karena kan dia cinta banget sama kekasihnya walau udah disakitin abis-abisan, dan anehnya juga nih gue ke Halwa dia tuh jadi cewe sabar banget gituh, mau-maunya dia mertahanin bubungan yang udah jelas-jelas bikin dia sakit apalagi dia masih mau berkorban abis-abisan demi cowo brengsek itu. Dan maaf banget nih kalau masalah siapa cowo yang udah nyakitin Halwa gue gak bisa ngasih tau loe, dan disini gue Cuma mau minta bantuan loe aja Spa.” Sutan memperjelas ungkapan mohon bantuannya kepada spagaw agar tidak melakukan yang tidak diinginkan kepada lelaki yang telah mengkhianati sahabatnya, juga tidak mau bilang siapa cowo itu sebenarnya karena Sutan gak mau bikin Halwa juga malu karena dia telah mertahanin hubungan sebagai selingkuhan Dosen yang udah menjadi suami orang.
            “yaudah dech gue juga ngerti , gak apa-apa kok. Yang pasti gue bakalan bantuin loe buat bikin Halwa move on lagi okey..!!” sambil menepuk pundaknya Sutan , spagaw berbicara tegas dan “ sekarang gue gak bisa lama-lama disini Tan karena gue lagi mau ada kegiatan bareng temen-temen gue yang lain, nanti kalo loe ada perlu apa-apa loe tinggal hubungi gue aja yah kapanpun !!!!” sambil berjalan menuju temannya yang menunggunya di depan pintu gerbang kampus.
            “okeyy.., makasih ya spa.. tar gue hubungi loe..!!” teriak Sutan kepada Halwa yang berjalan semakin jauh. Sutan kembali duduk dan merenungkan tentang keadaan sahabatnya sekarang, dia takut ada sesuatu yang tejadi kepada sahabatnya. Dia memiliki rencana untuk membuat sahabatnya move on dari hubungannya yang udah dihancurkan oleh lelaki berengsek itu, dia mempunyai rencana untuk mencomblangkan sahabatnya kepada temannya yang sekampus tapi beda jurusan.
            “aku memang terlalu bodoh, aku memang terlalu lemah dalam menghadapi masalah. L aku mencintai kekasihku, aku menyayangi dan aku tak peduli dengan apa yang terjadi denganmu dan diriku yang pasti aku mencintaimu lebih dari apapun dan aku akan lakukan yang terbaik untuk hubungan kita apapun itu !!! aku siap jika memang aku harus dimadu dan menjadi istri keduamu nanti, cintaku sudah tak  bisa kulepas dan tak bisa kumencinta yang lain, cintaku sudah kuberikan selurhnya untukmu L” ungkapan hati Halwa dalam hati , sambil menangis dan menuliskan semua ungkapan perasaan yang ada dalam hati kedalam  buku diary kesayangannya.
            Minggu ketiga Halwa menjalani hari dengan keadaan hati yang tak seperti biasanya. Ketika dia sedang duduk ditempat biasa di bangku taman kampus nya tiba-tiba ada yang memanggilnya dengan kata “sayaaankk…????”. Halwa kebingungan karena untuk siapakah panggilan itu dan siapa orang yang mengucapkan itu?, dan ternyata “sayankkk…, ini aku Trisna !!” ternyata kekasihnya yang telah mengkhianatinya tiba-tiba muncul dibelakangnya sambil memeluknya yang sedang berdiri mencari sumber suara.
            “Ya Allah, apa aku gak salah liat..??? apa aku gak lagi mimpi??” ucap heran Halwa sambil berbalik badan dan memegang pipinya yang memiliki lesung pipit.
            “ iya sayank ini aku kekasihmu yang selalu mencintaimu, maafkan aku sayang..” ungkapan Trisna tanpa basa basi sambil memegang tangan Halwa. “maafkan aku sayank, aku emang berengsek udah tega-teganya mengkhianati cinta tulus kamu demi wanita sialan itu. Aku berjanji aku akan kembali padamu dan takan mengulangi kejadian itu sayank, aku berjanji. Aku sekarang sadar bahwa kamu memang yang terbaik untukku.” Sambung Trisna sambil memeluknya erat dan sedikit meneteskan air mata.
            “iya sayank, aku juga sangat mencintaimu. Jangan khianati dan menyakitiku lagi !! apalagi sampai meninggalkanku sayank, cintaku hanya untukmu sayank, aku gak mau kehilangan kamu,aku bahagia dengan kamu” Halwa menangis sambil membalas pelukan dari Trisna, karena dia memang menginginkannya walau sakit yang sudah ia terima begitu besar tapi dia tak memperdulikannya yang penting dia bisa bersamanya.
            “iya sayank aku janji, dan aku ingin menikahimu !!! mau kah kamu menerima maharku sayank..???” sambil memegang tangan Halwa dan melepaskan seidkit pelukannya.
            “iya sayank aku menerima dengan sangat bahagia, aku memang menginginkan itu dari dulu, aku siap sayank…” sontak Halwa menjawab permintaan dari kekasihnya tanpa dia fikirkan apakah betul atau tidak apa yang kekasihnya katakana itu dan yang pasti dia sangat bahagia dengan air mata yang bercucuran diwajahnya sebagai ungkapan kebahagiaan hatinya. Satu jam telah berlalu mereka telah meluapkan apa yang mereka berdua rasakan Dan mereka berdua inginkan. Tanpa disadari ternyata Sutan melihat kejadian pertemuan keduanya dari kejauhan, dia begitu bahagia melihat sahabatnya tersenyum kembali walau memang sebenarnya dia lebih menginginkan sahabatnya bahagia dengan lelaki lain selain Trisna itu. Tapai apa boleh buat, jika memang itu yang membuatnya bahagia dia rela. Sutan tak berani mendekatinya, dia lebih memilih meninggalkannya dan berharap semoga sahabatnya itu kembali bahagia dan mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya.
            Satu minggu setelah mereka bertemu dan kembali menjalani hubungannya dan kembali berkomunikasi dengan baik seperti sedia kala. tiba-tiba  Halwa tidak pernah  terlihat lagi selama hampir 4 hari  dan tidak meninggalkan kabar apapun kepada sahabatnya ataupun kekasihnya. Kemudian, Trisna menghubungi Sutan untuk menemui Halwa ke rumahnya dan menemaninya.
            Assalamu’alaikum sayankku, sahabatku. Aku menyayangi kalian :* kalian masih ingat gak kalau aku pernah bilang bahwa aku gak mau merasakan kehilangan orang-orang yang aku sayangi, terserah mau kalian bilang aku egois atau gimana, yang pasti aku gak mau merasakan hal itu, dan sekarang mungkin keinginanku terwujud. Maafkan aku, jika kalian merindukanku temui aku di belakang rumahku. Aku sayank kalian, aku titip yah kedua orang tuaku dan adikku satu-satunya yang paling aku sayank, jika mereka perlu bantuan tolong kalian bantu dan sayangi mereka seperti kalian menyayangiku. Jangan kalian sia-siakan orang yang kalian sayangi dan menyayangi kalian, sebelum mereka tiada karena kalau sudah tiada baru terasa bahwa kehadiranyya sungguh berharga. Salam rindu dari Halwa si Ulat Hijau J  I Love You :’)” itu adalah surat yang diberikan mamanya Halwa kepada mereka berdua yang katanya titipan dari Halwa sebelum Halwa dipanggil oleh yang Maha kuasa karena menderita penyakit Ginjal.
            Akhirnya mereka berduapun menangis terutama Trisna yang menangis lebih dari Sutan diatas pemakaman Halwa. Sekarang Trisna dan Sutan menjadi sahabat sekaligus dosen dan mahasiswanya. Sekarang Trisna lebih mementingkan orang-orang yang menyayanginya dibandingkan yang ia sayangi karena yang ia sayangi belum tentu menyayanginya, dan sampai sekarang Trisna pun hidup  bahagia bersama istrinya yang telah melahirkan anak keduanya tanpa mengkhianati mereka yang menyayangiya. Begitupun dengan Sutan yang sekarang telah bahagia bersama istrinya.
Facebook : Lusi anjani
No.HP : 085794296624 – 082321388136
Judul : Cerpen Remaja_Tentangku Tentangmu Tentang Kita_Lusi Anjani


















BIODATA PENULIS
            Lusi Anjani adalah nama asli saya tetapi saya memiliki nama pena yaitu STANJA. Saya masih duduk di kelas XI dengan jurusan IPA di Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Tanjungsiang. Alamat saya di Desa Cikawung RT 22 RW 06 ,Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. saya tinggal bersama kedua orangtua kandung saya. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Saya memiliki adik laki-laki yang baru berumur 8 tahun dan masih duduk di kelas 1 SD. Saya memiliki hobi yaitu yang pastinya menulis ke buku diary, tetapi sekarang saya menulis diary nya ke Notebook hehe.. Alhamdulillah ada kemajuan. J saya memiliki hobi mencari-cari informasi-informasi tentang pendidikan ataupun tentang tekhnologi juga belajar berbisnis merupakan hobi saya. Sebenarnya masih banyak hobi-hobi saya yang lainnya dan saya memiliki cita-cita ingin menjadi Arsitek, Penulis, Dosen seluruh bahasa di dunia, menjadi wanita karir, dan yang pastinya bercita-cita ingin membahagiakan orangtua dan orang-orang sekitar yang menyayangi dan saya sayangi. Saya ingin sukses dunia dan akhirat. Amiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH DEELNEMING

TURUT SERTA/ PENYERTAAN (DEELNEMING) MELAKUKAN PERBUATAN YANG DAPAT DIHUKUM MAKALAH Disusun untuk memenuhi salah satu  tugas terstruk...