TENTANGKU,
TENTANGMU TENTANG KITA
Hidup adalah rangkaian proses
belajar, belajar syukur meski tak cukup, belajar ikhlas meski tak rela, belajar
taat meski berat, belajar memahami meski tak sehati, belajar setia meski
tergoda, belajar dan terus belajar dengan keyakinan setegar karang. Tapii…..,
sudah kodrat hati seperti air laut bergelombang pasang surut dan terbawa arus.
Maka tetaplah belajar untuk tetap berada di jalan yang benar dan istiqomah.
Terlihat sesosok wanita muda yang
masih berstatus sebagai mahasiswi yang sedang duduk di bangku taman kampusnya
dengan memakai baju seragam berwarna hijau,bersepatu warna hijau, dengan tas
warna hijau ditumpangi handphone diatasnya dengan silicon berwarna hijau sambil
menulis dalam sebuah diary yang bersampul hijau dan menulis dengan bollpoint
berwarna hijau pula. Dia bernama Halwa Syauqina yang sudah terkenal dengan
sapaan Halwa si Ulat Hijau, karena dia menyukai warna hijau dan selalu memakai
dan membawa benda dengan warna Hijau dan jarang terlihat memakai atau membawa
sesuatu tanpa warna hijau.
“Assalamu’alaikum Halwa si Ulat
Hijau..???” sapaan salam godaan Sutan sang sahabat kepadanya.
“Wa’alaikusallam frustasi
jombloooo…” jawabnya sambil kembali melempar ledekan kecil.
“Sedang apa wahai putri ulat
hijau..?” puja seorang sahabat sambil sedikit menghiburnya lewat canda, karna
dia melihat ada yang berbeda dengan si hijau sahabatnya itu.
“Hmmm…,” hembusan nafas halwa sambil
sedikit menunduk.
“Ada apa gerangan wahai putri ulat
hijau, apakah engkau baik-baik saja??” Tanya Sutan sambil mendekatinya.
“Aku tidak apa-apa Tan, hanya saja
hatiku sedang terganggu dan sedikit kurang baik” sambil menutup buku dan
menatap ke arah depan.
“Apa ada yang telah membuatmu sakit
hati dan Bersedih???” Tanya Sutan sambil lebih mendekatinya.
“Mungkin begitu Tan…” jawab Halwa
singkat.
“Jangan bilang sekarang kamu
bersedih karena mengingat laki-laki berengsek
yang sudah mengkhianati dan bikin kamu hancur!!!” ucap Sutan dengan nada
sedikit seperti orang marah sambil menatap ke depan dan sedikit menjauhinya.
“Mungkin seperti itu Tan, melupakan
tak semudah membalikan telapak tangan Tan, aku menyayanginya, aku tak peduli
berapa banyak dan berapa besar dia telah menyakitiku. Aku sangat mencintainya
Tan, tolong bantu akuuu…!!” Halwa sedikit meneteskan air mata sambil
menundukkan kepalanya karena tidak mau Sutan melihatnya.
Satu jam mereka berada di kursi
taman dengan posisi saling membelakangi layaknya sepasang kekasih yang sedang
bertengkar. Sutan sang sahabat sangat begitu peduli terhadap Halwa, dia tidak
mau ada yang mengganggu kebahagiaannya dan Sutan paling tidak suka saat melihat
dia bersedih dikarenakan lelaki yang telah mengkhianati cintanya. Sutan sangat
benci kepada lelaki yang sekarang telah membuat Halwa sahabatnya sering menangis,
bersedih dan menyendiri. Dia selalu mencoba berbagai cara agar dia kembali
kesemula, dia selalu berusaha menghibur dan membuat dia tersenyum sehingga lupa
akan lelaki berengsek itu. Dia lebih
menginginkan Halwa untuk secepatnya melupakan lelaki itu dan kembali memulai
hari-hari barunya dengan yang lain, karena saking sayangnya Sutan kepadanya
sebagai sahabat. Sutan tak sedikitpun memiliki rasa lebih kepadanya, dia juga
mempunyai kekasih tapi dia sering mementingkan Halwa dibandingkan kekasihnya.
Keesokan harinya, “Halwa…!!!” teriak
Sutan memanggil halwa dengan suara kencang karena dia sedang berada disebrang
jalan rumahnya halwa, dan dia sengaja memanggilnya karena kebetulan melihat
Halwa yang sedang duduk sendiri di kursi santai depan rumahnya. “heiii..
Halwaaaa ulat hijau??” kembali berteriak sambil melambaikan tangan.
“siapa yang memanggilku..?” Tanyanya
heran dalam hati karena tidak melihat siapa-siapa. Kemudian, “ehhhh kamu
FruJo…, sini !!! ngapain teriak-teriak” teriak Halwa sambil bangun dari duduknya
kemudian mendekat ke pintu gerbang rumahnya sambil melambai-lambaikan tangannya
mengajak Sutan untuk menghampirinya.
“huuuhh.. dasar budek kamu.., aku panggil-panggil kamu dari tadi tapi kamu gak
nyaut-nyaut” Sutan mendekat sambil mencoba membuka kunci gerbang rumah Halwa
yang masih terkunci. “ada acara gak hari ini..?? kita maen yuk…!!!” ajak Sutan
dengan rencana supaya Halwa lupa akan lelaki itu dan tidak bersedih menyendiri
seperti hari-hari kemarin semenjak dia tahu kekasihnya mengkhianati cintanya
dengan berselingkuh bersama wanita lain.
“A….akuuuu…., aku malas Tan ah…”
jawabnya sambil kembali duduk dan menunduk di teras.
“kenapa..?? tumben kamu nolak,
biasanya kamu paling giat kalo diajak jalan. Udahlah lupain aja lelaki berengsek itu, mungkin Allah sengaja
membuat kamu terpisah dengan dia karena Allah udah menyiapkan yang lebih
segalanya dari dia walau dengan cara yang memang menyakitkan. Kamu move on dooonnnggg..!!! ngapain harus
bersedih buat dia, toh dia aja gak sedih saat melihat kamu seperti ini” ucap
lebar Sutan padanya dengan nada sedikit membentak karena terbawa emosi.
“kamu gak ngerti dan gak ngerasain
Tan apa yang aku rasain sebenarnya saat ini, dia memang menyakitiku tapi aku
tak peduli karena cintaku sudah terlanjur besar padanya. Kamu bisa saja
berbicara sesuka kamu dan ungkapin apa yang ada dihati kamu karena kamu hanya
sekedar tahu tanpa merasakan yang sebenarnya apa yang aku rasakan sekarang Tan,
sudahlah mending kamu pulang saja . aku lagi gak pengen apa-apa selain bertemu
dengan dia hidup dengan dia dan bahagia dengan dia. Paham Sutan sang
FruJo..???” ungkapan tegas dari halwa sambil menatap dan memegang pundak Sutan
yang sedang duduk dipinggirnya.
Sutan tak bisa berbicara apa-apa
lagi tatkala dia sudah mendengar ungkapan-ungkapan isi hati Halwa. Dia mencoba
mengalah dan menahan emosinya terhadap lelaki itu didepan Halwa karena sudah
sering dia menjelek-jelekan lelaki yang mengkhianati sahabatnya didepan Halwa
sampai-sampai Halwa menangis, dia lebih memilih diam dan pergi saat sudah
mendengar ungkapan Halwa seperti itu daripada membuat Halwa kembali menangis
dan lebih bersedih. Karena dia sadar memang benar dia tidak merasakan apa yang
sedang sahabatnya rasakan, tapi dia tak henti-hentinya mencari cara agar
sahabatnya dapat melupakan kekasihnya yang telah mengkhianatinya.
2 minggu telah berlalu dan Sutan
merasa bahagia karena sekarang sahabatnya jarang terlihat menyendiri bersedih
dan menangis memikirkan lelaki yang telah mengkhianatinya lagi, sekarang dia
sudah mulai tersenyum tertawa meski terkadang suka melamun. Tapi, walau begitu
Sutan tak henti-hentinya mencari cara agar sahabatnya dapat melupakan lelaki
itu dan agar dia tersenyum seperti semula. “heiii spagaw..!!! spagaww…!!!” teriak
Sutan memanggil Spagaw teman di kampusnya.
“heiii Tan, iya ada apa
manggil-manggil gue..??” jawab spagaw sambil mendekati Sutan, spagaw adalah
teman dekat Sutan dan juga Halwa. Spagaw adalah cewe tomboy yang hobinya
olahraga dan pantang untuk menangis kecuali kalau udah denger lagunya Melly yang
berjudul Bunda, dia bisa kalah dan menangis saat dia mendengar lagu itu karena
mungkin dia teringat kepada ibunya yang sudah tiada sejak dia masih duduk di
kelas 4 SD. Dia adalah sosok wanita yang tegar, baik, gak sombong, gak gengsian, pemberani, gampang akrab sama
siapapun dan dia gak pelit kepada siapapun terutama kepada teman.
“gue mau minta bantuan loe, bisa gak??” sambung Sutan
kepadanya.
“bantuin apaan..???”jawab spagaw
sambil memasang wajah heran .
“loe
tau kan Halwa sahabat gue..???, dia sekarang sedang bersedih gara-gara
dikhianatin sama cowonya yang berengsek
dan gak tau diuntung, jarang-jarang ada cewe kaya dia yang berani ngorbanin
apa-apa demi kekasihnya, ehhh dia
malah nyakitin dia abis-abisan, dia malah selingkuh sama cewe lain yang belum
tentu cewe itu bisa seperti Halwa yang super zuper kuat dan tegar menghadapi hubungan bersama dia selama 3 tahun.
Sekarang aja gue liat-liat di kronologi Facebook si cewe selingkuhannya yang
juga gak tau diri itu udah banyak ngeluh
inilah itulah gara-gara mungkin di gak dipentingin sama si berengsek itu. Cuma
Halwa yang menurut gue kuat menjalani hubungan dengan status sebagai
selingkuhan selama 3 tahun. Gue salut sama dia karena 3 tahun dia sembunyiin
hubungannya dari kita semua demi cowo berengsek
itu, sakit yang dia rasain selalu dia pendam sendiri. Gue dari dulu juga udah
curiga sama dia kalau dia memang punya kedekatan lebih dari cowo berengsek
buaya darat itu.” Ucap Sutan panjang lebar kepada Spagaw.
“waaaaawwwww…..!!!!
amazing !!!! yang bener Tan..???
emang dia jadi selingkuhannya siapa..??? sialan
banget tuh cewe dan cowo, berani-beraninya dia sakitin temen gue. Awas aja kalo
gue ketemu udah gue abisin tuh orang, gue kagak ikhlas kalau temen gue harus digituin.” Sontak spagaw menjawab
penjelasan Sutan dengan emosi sambil mengepakan tangannya.
“eiitttsss..,
gue gak minta bantuan loe buat nyakitin mereka berdua. Karena kalau misalkan
Halwa tau kekasihnya kita sakitin dia bakal marah abis sama kita karena kan dia
cinta banget sama kekasihnya walau udah disakitin abis-abisan, dan anehnya juga
nih gue ke Halwa dia tuh jadi cewe sabar banget gituh, mau-maunya dia mertahanin bubungan yang udah jelas-jelas
bikin dia sakit apalagi dia masih mau berkorban abis-abisan demi cowo brengsek itu. Dan maaf banget nih kalau
masalah siapa cowo yang udah nyakitin Halwa gue gak bisa ngasih tau loe, dan
disini gue Cuma mau minta bantuan loe aja Spa.” Sutan memperjelas ungkapan
mohon bantuannya kepada spagaw agar tidak melakukan yang tidak diinginkan
kepada lelaki yang telah mengkhianati sahabatnya, juga tidak mau bilang siapa
cowo itu sebenarnya karena Sutan gak mau bikin Halwa juga malu karena dia telah
mertahanin hubungan sebagai selingkuhan Dosen yang udah menjadi suami orang.
“yaudah dech gue juga ngerti , gak
apa-apa kok. Yang pasti gue bakalan bantuin loe buat bikin Halwa move on lagi
okey..!!” sambil menepuk pundaknya Sutan , spagaw berbicara tegas dan “
sekarang gue gak bisa lama-lama disini Tan karena gue lagi mau ada kegiatan
bareng temen-temen gue yang lain, nanti kalo loe ada perlu apa-apa loe tinggal
hubungi gue aja yah kapanpun !!!!” sambil berjalan menuju temannya yang
menunggunya di depan pintu gerbang kampus.
“okeyy.., makasih ya spa.. tar gue
hubungi loe..!!” teriak Sutan kepada Halwa yang berjalan semakin jauh. Sutan
kembali duduk dan merenungkan tentang keadaan sahabatnya sekarang, dia takut
ada sesuatu yang tejadi kepada sahabatnya. Dia memiliki rencana untuk membuat
sahabatnya move on dari hubungannya yang udah dihancurkan oleh lelaki berengsek
itu, dia mempunyai rencana untuk mencomblangkan sahabatnya kepada temannya yang
sekampus tapi beda jurusan.
“aku memang terlalu bodoh, aku
memang terlalu lemah dalam menghadapi masalah. L
aku mencintai kekasihku, aku menyayangi dan aku tak peduli dengan apa yang
terjadi denganmu dan diriku yang pasti aku mencintaimu lebih dari apapun dan
aku akan lakukan yang terbaik untuk hubungan kita apapun itu !!! aku siap jika
memang aku harus dimadu dan menjadi istri keduamu nanti, cintaku sudah tak bisa kulepas dan tak bisa kumencinta yang
lain, cintaku sudah kuberikan selurhnya untukmu L”
ungkapan hati Halwa dalam hati , sambil menangis dan menuliskan semua ungkapan
perasaan yang ada dalam hati kedalam
buku diary kesayangannya.
Minggu ketiga Halwa menjalani hari
dengan keadaan hati yang tak seperti biasanya. Ketika dia sedang duduk ditempat
biasa di bangku taman kampus nya tiba-tiba ada yang memanggilnya dengan kata
“sayaaankk…????”. Halwa kebingungan karena untuk siapakah panggilan itu dan
siapa orang yang mengucapkan itu?, dan ternyata “sayankkk…, ini aku Trisna !!”
ternyata kekasihnya yang telah mengkhianatinya tiba-tiba muncul dibelakangnya
sambil memeluknya yang sedang berdiri mencari sumber suara.
“Ya Allah, apa aku gak salah
liat..??? apa aku gak lagi mimpi??” ucap heran Halwa sambil berbalik badan dan
memegang pipinya yang memiliki lesung pipit.
“ iya sayank ini aku kekasihmu yang
selalu mencintaimu, maafkan aku sayang..” ungkapan Trisna tanpa basa basi sambil
memegang tangan Halwa. “maafkan aku sayank, aku emang berengsek udah
tega-teganya mengkhianati cinta tulus kamu demi wanita sialan itu. Aku berjanji
aku akan kembali padamu dan takan mengulangi kejadian itu sayank, aku berjanji.
Aku sekarang sadar bahwa kamu memang yang terbaik untukku.” Sambung Trisna sambil
memeluknya erat dan sedikit meneteskan air mata.
“iya sayank, aku juga sangat
mencintaimu. Jangan khianati dan menyakitiku lagi !! apalagi sampai
meninggalkanku sayank, cintaku hanya untukmu sayank, aku gak mau kehilangan
kamu,aku bahagia dengan kamu” Halwa menangis sambil membalas pelukan dari
Trisna, karena dia memang menginginkannya walau sakit yang sudah ia terima
begitu besar tapi dia tak memperdulikannya yang penting dia bisa bersamanya.
“iya sayank aku janji, dan aku ingin
menikahimu !!! mau kah kamu menerima maharku sayank..???” sambil memegang
tangan Halwa dan melepaskan seidkit pelukannya.
“iya sayank aku menerima dengan
sangat bahagia, aku memang menginginkan itu dari dulu, aku siap sayank…” sontak
Halwa menjawab permintaan dari kekasihnya tanpa dia fikirkan apakah betul atau
tidak apa yang kekasihnya katakana itu dan yang pasti dia sangat bahagia dengan
air mata yang bercucuran diwajahnya sebagai ungkapan kebahagiaan hatinya. Satu
jam telah berlalu mereka telah meluapkan apa yang mereka berdua rasakan Dan
mereka berdua inginkan. Tanpa disadari ternyata Sutan melihat kejadian
pertemuan keduanya dari kejauhan, dia begitu bahagia melihat sahabatnya
tersenyum kembali walau memang sebenarnya dia lebih menginginkan sahabatnya
bahagia dengan lelaki lain selain Trisna itu. Tapai apa boleh buat, jika memang
itu yang membuatnya bahagia dia rela. Sutan tak berani mendekatinya, dia lebih
memilih meninggalkannya dan berharap semoga sahabatnya itu kembali bahagia dan
mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya.
Satu minggu setelah mereka bertemu
dan kembali menjalani hubungannya dan kembali berkomunikasi dengan baik seperti
sedia kala. tiba-tiba Halwa tidak pernah
terlihat lagi selama hampir 4 hari dan tidak meninggalkan kabar apapun kepada
sahabatnya ataupun kekasihnya. Kemudian, Trisna menghubungi Sutan untuk menemui
Halwa ke rumahnya dan menemaninya.
“Assalamu’alaikum
sayankku, sahabatku. Aku menyayangi kalian :* kalian masih ingat gak kalau aku
pernah bilang bahwa aku gak mau merasakan kehilangan orang-orang yang aku
sayangi, terserah mau kalian bilang aku egois atau gimana, yang pasti aku gak
mau merasakan hal itu, dan sekarang mungkin keinginanku terwujud. Maafkan aku,
jika kalian merindukanku temui aku di belakang rumahku. Aku sayank kalian, aku
titip yah kedua orang tuaku dan adikku satu-satunya yang paling aku sayank,
jika mereka perlu bantuan tolong kalian bantu dan sayangi mereka seperti kalian
menyayangiku. Jangan kalian sia-siakan orang yang kalian sayangi dan menyayangi
kalian, sebelum mereka tiada karena kalau sudah tiada baru terasa bahwa
kehadiranyya sungguh berharga. Salam rindu dari Halwa si Ulat Hijau J I Love You :’)”
itu adalah surat yang diberikan mamanya Halwa kepada mereka berdua yang katanya
titipan dari Halwa sebelum Halwa dipanggil oleh yang Maha kuasa karena
menderita penyakit Ginjal.
Akhirnya mereka berduapun menangis
terutama Trisna yang menangis lebih dari Sutan diatas pemakaman Halwa. Sekarang
Trisna dan Sutan menjadi sahabat sekaligus dosen dan mahasiswanya. Sekarang
Trisna lebih mementingkan orang-orang yang menyayanginya dibandingkan yang ia
sayangi karena yang ia sayangi belum tentu menyayanginya, dan sampai sekarang
Trisna pun hidup bahagia bersama
istrinya yang telah melahirkan anak keduanya tanpa mengkhianati mereka yang
menyayangiya. Begitupun dengan Sutan yang sekarang telah bahagia bersama
istrinya.
Facebook
: Lusi anjani
E_mail
: luna_stanja@yahoo.com
No.HP
: 085794296624 – 082321388136
Judul
: Cerpen Remaja_Tentangku Tentangmu Tentang Kita_Lusi Anjani
BIODATA
PENULIS
Lusi Anjani adalah nama asli saya
tetapi saya memiliki nama pena yaitu STANJA. Saya masih duduk di kelas XI
dengan jurusan IPA di Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Tanjungsiang. Alamat saya di
Desa Cikawung RT 22 RW 06 ,Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. saya
tinggal bersama kedua orangtua kandung saya. Saya adalah anak pertama dari dua
bersaudara. Saya memiliki adik laki-laki yang baru berumur 8 tahun dan masih
duduk di kelas 1 SD. Saya memiliki hobi yaitu yang pastinya menulis ke buku
diary, tetapi sekarang saya menulis diary nya ke Notebook hehe.. Alhamdulillah
ada kemajuan. J saya memiliki
hobi mencari-cari informasi-informasi tentang pendidikan ataupun tentang
tekhnologi juga belajar berbisnis merupakan hobi saya. Sebenarnya masih banyak
hobi-hobi saya yang lainnya dan saya memiliki cita-cita ingin menjadi Arsitek,
Penulis, Dosen seluruh bahasa di dunia, menjadi wanita karir, dan yang pastinya
bercita-cita ingin membahagiakan orangtua dan orang-orang sekitar yang
menyayangi dan saya sayangi. Saya ingin sukses dunia dan akhirat. Amiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar